JAKARTA - Memasuki awal tahun 2026, pasar mobil perkotaan di Indonesia kembali mendapat perhatian serius dari Honda. Pabrikan asal Jepang tersebut mengambil langkah strategis dengan memperluas pilihan transmisi pada salah satu model terlarisnya.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat perubahan gaya hidup masyarakat kota yang semakin mengandalkan kenyamanan. Honda Brio Satya kini tidak lagi identik dengan transmisi manual saja, karena varian otomatis resmi diperkenalkan.
Peluncuran Brio Satya S CVT menjadi sinyal kuat bahwa Honda membaca kebutuhan pasar secara lebih detail. Model ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan kemudahan berkendara tanpa harus mengorbankan harga terjangkau.
Sebelumnya, Brio Satya tipe S hanya tersedia dalam opsi transmisi manual. Kondisi tersebut membuat sebagian calon pembeli, khususnya generasi muda, harus beralih ke varian lain atau merek berbeda.
Kehadiran transmisi CVT pada tipe S menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Honda pun menempatkan varian ini sebagai jembatan antara efisiensi, kenyamanan, dan harga yang kompetitif.
Honda menyadari bahwa konsumen di kota besar memiliki preferensi berbeda dibandingkan daerah lain. Transmisi otomatis kini bukan lagi sekadar pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam mobilitas harian.
Dalam pernyataan resminya, Honda mengungkapkan bahwa kontribusi penjualan CVT di kota besar sangat dominan. Hal inilah yang mendorong mereka untuk memperluas opsi pada Brio Satya.
“Di kota-kota besar seperti Jakarta, hampir 100 persen kontribusinya berasal dari transmisi CVT. Karena itu kami ingin memberikan pilihan kepada konsumen Honda Brio S Satya CVT dengan harga yang lebih terjangkau sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor pada 18 Januari 2026.
Strategi Honda Menjawab Kebutuhan Konsumen Kota
Peluncuran Brio Satya S CVT dilakukan pada awal 2026 sebagai bagian dari strategi produk Honda. Mereka ingin memastikan Brio tetap relevan di tengah persaingan ketat segmen LCGC.
Meski telah diumumkan secara resmi, Honda mengakui bahwa unit belum langsung tersedia di seluruh diler. Proses distribusi dilakukan secara bertahap agar ketersediaan bisa merata.
“Unit segera dikirim ke diler-diler pekan depan secara bertahap. Pelanggan pun sudah bisa melakukan pemesanan,” tegasnya kemudian. Pernyataan ini menegaskan kesiapan Honda dalam memenuhi permintaan pasar.
Dengan dibukanya pemesanan lebih awal, konsumen sudah dapat mengamankan unit sebelum stok tersedia penuh. Strategi ini kerap dilakukan untuk menjaga antusiasme dan minat pembeli.
Honda tidak melakukan perubahan signifikan pada desain eksterior varian CVT ini. Hal tersebut dilakukan agar identitas Brio Satya tetap terjaga sebagai mobil LCGC yang sudah dikenal luas.
Berdasarkan informasi resmi, tampilan luar Brio Satya S CVT masih sama dengan versi manual. Desainnya tetap mengusung kesan modern dan sporty yang menjadi daya tarik utama.
Bagian depan mobil masih dilengkapi grille berlapis krom yang memberikan kesan elegan. Detail tersebut membuat Brio Satya terlihat lebih berkelas di kelasnya.
Tampilan semakin menarik dengan penggunaan pelek alloy berukuran 14 inci. Pilihan pelek ini mendukung tampilan dinamis sekaligus fungsional untuk penggunaan harian.
Fitur Kabin dan Kenyamanan yang Tetap Kompetitif
Masuk ke dalam kabin, nuansa sederhana namun fungsional masih menjadi ciri khas Brio Satya. Honda mempertahankan konsep interior yang praktis dan mudah digunakan.
Jok menggunakan pelapis fabric dengan kombinasi warna hitam dan abu-abu. Pilihan warna ini memberikan kesan rapi serta mudah dirawat untuk pemakaian jangka panjang.
Meski merupakan varian terendah, Honda tetap menyematkan sejumlah fitur menarik. Hal ini menunjukkan komitmen Honda dalam memberikan nilai lebih bagi konsumen.
Salah satu fitur yang sudah tersedia adalah Digital AC. Kehadiran fitur ini memberikan kemudahan pengaturan suhu di dalam kabin.
Selain itu, terdapat layar display berukuran 7 inci yang menjadi pusat hiburan. Layar ini mampu terhubung ke radio, USB, hingga Screen Morroring.
Fitur hiburan tersebut cukup jarang ditemui pada mobil di kelas harga serupa. Dengan demikian, Brio Satya S CVT tetap kompetitif di segmen LCGC.
Kenyamanan pengemudi dan penumpang tetap menjadi perhatian Honda. Tata letak dashboard dirancang ergonomis agar mudah dijangkau saat berkendara.
Kabin Brio Satya juga dikenal memiliki visibilitas yang baik. Hal ini memudahkan pengemudi saat bermanuver di jalanan perkotaan yang padat.
Spesifikasi Mesin dan Performa Tetap Andal
Untuk urusan dapur pacu, Honda tidak melakukan perubahan pada Brio Satya S CVT. Mobil ini masih mengandalkan mesin yang sudah terbukti efisien dan bertenaga.
Mesin berkapasitas 1.200 cc tetap menjadi andalan. Jantung pacu ini dirancang untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi bahan bakar.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 88,7 hp pada 6.000 rpm. Sementara torsinya sebesar 110 Nm yang diraih pada 4.800 rpm.
Performa tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan berkendara harian di kota. Akselerasi halus menjadi salah satu keunggulan utama mesin ini.
Tenaga mesin kemudian disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi CVT. Transmisi ini diklaim memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Penggunaan CVT membuat perpindahan gigi terasa lebih halus. Hal ini sangat membantu saat menghadapi kemacetan lalu lintas.
Selain itu, Brio Satya S CVT juga didukung Electric Power Steering. Fitur ini membuat setir terasa lebih ringan dan responsif.
Sistem pengereman ABS dan EBD turut disematkan untuk meningkatkan keselamatan. Dengan kombinasi tersebut, pengendara diharapkan lebih percaya diri di berbagai kondisi jalan.
Honda berharap pengalaman mengemudi Brio Satya S CVT semakin menyenangkan. Mobil ini dirancang untuk menjadi teman mobilitas yang praktis dan efisien.
Harga dan Posisi di Pasar LCGC
Dari sisi harga, Honda Brio Satya S CVT ditawarkan dengan banderol Rp 183,5 juta. Harga ini menempatkannya sebagai salah satu pilihan otomatis terjangkau di kelasnya.
Dengan selisih harga yang masih rasional dibandingkan versi manual, varian CVT diprediksi akan menarik minat besar. Terutama bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan berkendara.
Honda tampaknya ingin memperluas pangsa pasar Brio Satya tanpa menggeser citra LCGC. Strategi ini dinilai tepat di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kehadiran Brio Satya S CVT juga memperkuat posisi Honda di segmen mobil kecil. Model ini menjadi alternatif menarik bagi konsumen pemula maupun keluarga muda.
Dengan kombinasi desain, fitur, dan transmisi otomatis, Brio Satya S CVT memiliki daya saing kuat. Honda optimistis model ini mampu melanjutkan kesuksesan Brio di pasar nasional.