Kementerian PU Resmi Mulai Pembangunan Sabo Dam Strategis untuk Tangani Bencana Gunung Marapi 2026

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:22:34 WIB
Kementerian PU Resmi Mulai Pembangunan Sabo Dam Strategis untuk Tangani Bencana Gunung Marapi 2026

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai pembangunan sabo dam di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Marapi yang meningkat belakangan ini.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pembangunan sabo dam ini sebagai bukti nyata tanggung jawab negara. Proyek ini juga sesuai petunjuk Presiden untuk mengurangi risiko banjir dan sedimentasi di daerah terdampak.

Rencana Pembangunan Sabo Dam di Sumatra Barat

Total rencana pembangunan sabo dam di Sumbar mencapai 56 unit, tersebar di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam. Pada tahap awal, akan dibangun 8 sabo dam dan 1 unit Series River Training Works dengan kapasitas menampung sedimen sekitar 440 meter kubik.

Di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan akan dilakukan di Sungai Malana (3 unit), Sungai Anai (2 unit), dan Sungai Batang Pagu-pagu (1 unit Series River Training Works). Sedangkan Kabupaten Agam akan memiliki 3 unit sabo dam di Sungai Katik.

Menteri PU berharap seluruh pihak mendukung kelancaran pembangunan sabo dam. Terutama dukungan dalam hal pembebasan lahan agar proyek berjalan lancar sesuai target.

Manfaat Sabo Dam Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Pembangunan sabo dam tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan. Infrastruktur ini memungkinkan sedimentasi dikendalikan, sehingga lahan pertanian dan pemukiman lebih aman.

Proyek ini juga akan memberikan dampak positif bagi kegiatan ekonomi lokal. Dengan mengurangi risiko banjir, warga dapat kembali produktif tanpa khawatir kehilangan hasil panen atau properti.

Pelaksanaan dan Dana Pembangunan

Pelaksana proyek adalah Kontraktor Subur Berkah KSO dengan anggaran sebesar Rp249,8 miliar. Pembangunan akan berlangsung selama 739 hari kerja atau sekitar tiga tahun dimulai dari ground breaking tahap awal.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan rasa terima kasih atas dimulainya pembangunan. Ia menyebut persetujuan pemerintah pusat untuk 6 sabo dam merupakan jawaban dari 40 usulan yang diajukan sebelumnya.

Eka Putra meminta dukungan OPD, camat, serta Wali Nagari/Pemerintah Desa untuk mengawal pembangunan. Pemprov Sumbar juga diharapkan memperbaiki ruas jalan provinsi dan pusat yang rusak di Tanah Datar.

Sejarah dan Alasan Pembangunan

Bencana banjir bandang dan galodo akibat erupsi Gunung Marapi pada 11 Mei 2024 pernah merusak berbagai infrastruktur di Tanah Datar. Sungai yang meluap merusak rumah, sekolah, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.

Pemerintah pusat bersama Pemprov Sumbar dan Pemkab Tanah Datar membangun sabo dam sebagai solusi jangka panjang. Pembangunan ini bertujuan mengendalikan lahar dan sedimen dari hulu Gunung Marapi.

Sabo dam tahap I direncanakan berlangsung dari 2025 hingga 2027. Dengan pembangunan ini, risiko banjir bandang di daerah berhulu Gunung Marapi diharapkan berkurang signifikan.

Apresiasi dari DPR dan Langkah Lanjutan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi upaya Bupati Tanah Datar yang gigih mengajukan bantuan pusat. Menurutnya, perhatian terhadap sabo dam dan perbaikan jalan menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah.

Andre Rosiade juga meninjau rencana pembangunan jalan dan lokasi Emergency Safety Area di Panyalaian. Jalur alternatif di Pasar Koto Baru X Koto juga disiapkan untuk mengurangi kemacetan, meski masih perlu kajian lebih lanjut.

Pembangunan sabo dam menjadi salah satu langkah konkret mengurangi risiko bencana. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten diharapkan memastikan proyek berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kesiapan sarana dan dukungan semua pihak menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Dengan pengelolaan yang baik, sabo dam akan menjadi solusi berkelanjutan untuk mitigasi bencana Gunung Marapi di Sumatra Barat.

Terkini