Tata Cara Zakat Fitrah, Syarat, hingga Cara Menghitungnya

Minggu, 02 Maret 2025 | 10:54:20 WIB
tata cara zakat fitrah

Tata cara zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi umat Muslim di bulan Ramadhan. 

Zakat fitrah diberikan sebagai bentuk penyucian diri dan membantu sesama yang membutuhkan. Sudahkah kamu mengetahui panduan cara zakat fitrah yang benar?
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang tata cara zakat fitrah, termasuk ketentuan, syarat, dan besaran yang perlu diperhatikan agar penunaian zakatmu sesuai dengan ketentuan agama.

Apa Itu Zakat Fitrah?

Pada umumnya, setiap umat Muslim pasti sudah familiar dengan zakat fitrah. Namun, apakah kamu dapat menjelaskan dengan tepat pengertian zakat fitrah dan bagaimana kaitannya dengan kewajiban ini?

1. Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat, baik laki-laki maupun perempuan, dari anak-anak hingga dewasa. Zakat ini ditunaikan di bulan suci Ramadhan sebagai bentuk persiapan menyambut Idul Fitri.

Tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk membersihkan diri dan harta setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Selain itu, zakat ini juga mencerminkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

2. Niat Zakat Fitrah

Penting juga untuk terlebih dahulu memahami niat yang benar dalam mengeluarkan zakat fitrah. Niat yang tepat akan memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan syariat.

Terdapat lafadz niat zakat fitrah yang berbeda, tergantung pada siapa zakat fitrah tersebut dikeluarkan, apakah untuk diri sendiri atau untuk orang yang menjadi tanggungan. Berikut adalah niat zakat fitrah yang sesuai dengan tuntunan Islam.

1. Untuk diri sendiri: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an nafsî fardhan lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

2. Untuk istri: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an zaujatî fardhan lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

3. Untuk anak laki-laki: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an waladî (sebutkan nama) fardhan lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

4. Untuk anak perempuan: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an bintî (sebutkan nama) fardhan lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

5. Untuk diri sendiri dan keluarga: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘annî wa ‘an jamî’i mâ talzamunî nafaqâtuhum fardhan lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

6. Untuk mewakili seseorang: Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an (sebutkan nama) fardhan lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Tata Cara Zakat Fitrah

Untuk menunaikan zakat fitrah dengan benar, umat Islam harus memahami tata cara zakat fitrah yang sesuai dengan sunnah. 

Sayangnya, hal ini masih menjadi kebingungan bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang belum berpengalaman dalam membayar zakat fitrah.

Memahami dan mengikuti cara zakat fitrah yang benar adalah bagian dari kesempurnaan ibadah, mengingat zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Bukankah zakat fitrah adalah salah satu rukun Islam?

Perintah untuk mengeluarkan zakat fitrah tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 110, yang berbunyi: 

“Dan laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Lalu, bagaimana cara membayar zakat fitrah? Apakah berbeda dengan tata cara zakat mal? Untuk menunaikan zakat fitrah, berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan dan ikuti:

1. Pelaksanaan Zakat Fitrah pada Waktu yang Tepat

Zakat fitrah tidak bisa dikeluarkan sesuka hati, karena terdapat aturan yang telah ditetapkan dalam Islam mengenai waktu pelaksanaannya. 

Zakat fitrah harus ditunaikan dalam rentang waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai dari awal bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Hal ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dan untuk memberi makan orang miskin. Siapa yang membagikan zakat fitrah sebelum shalat Id maka zakatnya itu diterima dan siapa yang membagikan zakat fitrah setelah shalat Id maka itu termasuk sedekah biasa,” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Waktu utama untuk menunaikan zakat fitrah adalah setelah shalat subuh pada 1 Syawal, sebelum shalat Idul Fitri.

2. Menghitung Besaran Zakat Fitrah

Cara zakat fitrah yang benar juga mengharuskan kamu untuk menghitung besaran zakat yang harus dikeluarkan. Menurut ketentuan, besaran zakat fitrah adalah sekitar 2,5 kg makanan pokok (atau setara dengan 3,5 liter makanan pokok).

“Dari Ibnu Umar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum bagi setiap budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa dari kalangan muslimin. Rasulullah SAW memerintahkan pembayarannya sebelum orang-orang keluar rumah untuk shalat Id,” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu, zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang dengan besaran yang setara dengan nilai 1 sha gandum, kurma, atau beras, sesuai dengan jenis makanan pokok yang berlaku.

3. Menunaikan Zakat Fitrah dengan Makanan Pokok Sehari-hari

Dalam panduan cara zakat fitrah, penting untuk memperhatikan jenis barang yang digunakan untuk menunaikan zakat. Zakat fitrah harus diambil dari makanan pokok sehari-hari, seperti beras bagi masyarakat muslim di Indonesia. 

Selain itu, zakat fitrah juga dapat dibayar dalam bentuk uang, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

4. Menentukan Tanggungan Zakat

Panduan cara zakat fitrah juga mencakup penentuan tanggungan zakat. Tidak hanya diri sendiri, seorang muslim yang sudah berkeluarga juga harus membayarkan zakat fitrah untuk tanggungan lainnya, seperti istri dan anak-anak. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang menjadi tanggungan zakat fitrah sebelum menunaikan kewajiban ini.

5. Serah Terima Zakat Fitrah

Setelah zakat fitrah dihitung dan dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah serah terima zakat. Zakat bisa diserahkan langsung kepada orang yang berhak menerima (mustahik) atau melalui panitia pengumpul dan penyalur zakat (amilin). 

Jika memilih untuk memberikan zakat langsung kepada penerima, akad serah terima tidak perlu menggunakan bahasa Arab, tetapi cukup dengan bahasa sehari-hari yang dipahami oleh kedua belah pihak.

Selain itu, seorang muslim juga dapat membayar zakat fitrah untuk tanggungan lain seperti orangtua.

Syarat Melaksanakan Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah kewajiban zakat yang hanya ditunaikan sekali dalam setahun, yaitu di bulan Ramadhan. Namun, apakah kamu sudah mengetahui syarat dan cara zakat fitrah yang benar? 

Karena zakat fitrah memiliki hukum yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim, sangat penting bagi setiap muslim untuk memahami syarat-syaratnya, baik yang berkaitan dengan keabsahan maupun kewajiban zakat ini.

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Rasulullah SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim).

Bagi muslim yang memiliki kecukupan rezeki untuk memenuhi kebutuhan harian selama bulan Ramadhan hingga hari raya, wajib membayar zakat fitrah, baik laki-laki maupun perempuan.

1. Syarat Sah Zakat Fitrah

Ketika membahas zakat fitrah, penting untuk mengetahui apa saja syarat sahnya. Meskipun sudah dewasa, tidak ada kata terlambat untuk mempelajari hal ini. Berikut adalah beberapa syarat sah zakat fitrah:

  • Niat mengeluarkan zakat fitrah dan menyalurkannya.
  • Ditunaikan pada waktunya, yaitu mulai malam pertama bulan Ramadhan hingga menjelang shalat Idul Fitri.

2. Syarat Wajib Zakat Fitrah

Selain syarat sah, ada juga sejumlah syarat wajib zakat fitrah, yaitu:

  • Beragama Islam atau muslim.
  • Sudah baligh.
  • Masih hidup pada malam hari raya Idul Fitri atau di hari terakhir Ramadhan.
  • Memiliki kelebihan makanan pokok dari kebutuhan diri sendiri, keluarga, dan orang yang menjadi tanggungannya pada malam dan hari raya Idul Fitri.

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Dalam mengeluarkan zakat fitrah, ada banyak hal yang perlu dipahami oleh seorang muslim yang wajib menunaikan zakat tersebut. 

Beberapa hal yang perlu diketahui antara lain adalah cara zakat fitrah untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, ketentuan atau syarat, niat, golongan yang berhak menerima zakat, cara menghitung, dan sebagainya.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang cara menghitung zakat fitrah. Sudahkah kamu mengetahui cara menghitungnya, atau biasanya kamu mengandalkan anggota keluarga lain yang lebih memahami hal ini?

Zakat fitrah adalah zakat yang ditunaikan untuk diri sendiri, namun bisa juga untuk keluarga atau orang yang berada dalam tanggungan. 

Cara menghitung zakat fitrah sama untuk setiap individu, yaitu berdasarkan jenis makanan pokok yang berlaku di negara tersebut, seperti beras di Indonesia.

Untuk menghitung zakat fitrah, kamu harus mengeluarkan sekitar 3,5 liter atau 2,4 kg beras (yang merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia) untuk setiap muslim yang memenuhi syarat mengeluarkan zakat fitrah. 

Selain makanan pokok, zakat fitrah juga bisa dibayar dengan uang, yang tentunya diizinkan oleh sebagian besar ulama di Indonesia.

Jika memilih untuk mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, cara menghitungnya adalah dengan menyesuaikan nilai uang dengan harga bahan pokok yang berlaku di daerah tempat tinggal. 

Misalnya, jika harga per kg beras di daerah kamu adalah Rp 15.000, maka kamu bisa mengalikan 2,5 kg dengan harga tersebut. Penghitungan juga bisa menggunakan harga per liter beras.

Namun, jika kamu ingin lebih yakin tentang besaran zakat fitrah menggunakan uang, kamu bisa mengikuti ketentuan dari BAZNAS. 

Sebagai lembaga penyelenggara dan pengawas zakat di Indonesia, BAZNAS mengeluarkan peraturan mengenai nominal uang untuk zakat fitrah. 

Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan sekitarnya, nilai zakat fitrah adalah setara dengan Rp 45.000 per orang per hari.

Jika masih ada keraguan mengenai besaran zakat fitrah dalam bentuk uang, kamu bisa bertanya kepada orang yang lebih memahami, seperti ulama atau pihak yang berkompeten. Dengan begitu, kamu bisa menunaikan zakat fitrah dengan yakin dan tanpa rasa khawatir.

Waktu Terbaik Mengeluarkan Zakat Fitrah

Kapan waktu terbaik untuk menunaikan zakat fitrah? Poin ini sama pentingnya dengan memahami cara zakat fitrah yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang kewajiban zakat fitrah.

Secara umum, setiap muslim yang wajib mengeluarkan zakat fitrah dapat menunaikan zakat kapan saja selama bulan Ramadhan. Artinya, kamu bisa segera mengeluarkan zakat fitrah. 

Namun, mayoritas orang di lingkunganmu mungkin lebih memilih untuk menunaikan zakat fitrah di beberapa hari terakhir Ramadhan hingga malam hari raya.

Untuk memahami lebih jauh mengenai waktu terbaik dalam menunaikan zakat fitrah, berikut adalah beberapa waktu yang perlu kamu ketahui:

  • Waktu Wajib: Zakat fitrah harus ditunaikan di sebagian kecil bulan Ramadhan dan sedikit bulan Syawal, yaitu pada malam takbiran sebelum Idul Fitri.
  • Waktu Jawaz: Zakat fitrah dapat dibayar mulai awal bulan Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.
  • Waktu yang Dianjurkan: Waktu yang dianjurkan adalah pagi hari sebelum shalat Idul Fitri, namun waktunya sangat sempit, sehingga umat Islam perlu berhati-hati jika ingin menunaikan zakat fitrah pada waktu ini.
  • Waktu Makruh: Membayar zakat fitrah setelah shalat Idul Fitri hingga sebelum matahari terbenam pada tanggal 1 Syawal tergolong makruh.
  • Waktu Haram: Zakat fitrah yang ditunaikan setelah lewat 1 Syawal dianggap sebagai qadha (mengada), dan hukumnya haram.

Jika kamu ingin mengeluarkan zakat fitrah pada waktu terbaik dengan mengikuti cara zakat fitrah yang tepat, waktu yang paling disarankan adalah pagi hari pada tanggal 1 Syawal, sebelum dilaksanakannya shalat Idul Fitri.

Keutamaan Melaksanakan Zakat Fitrah

Apakah kamu sudah paham tentang tata cara pelaksanaan zakat fitrah? Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat muslim setiap bulan Ramadhan di seluruh dunia. Namun, apa saja manfaat dari melaksanakan zakat fitrah?

1. Membersihkan Diri

Salah satu manfaat zakat fitrah adalah untuk membersihkan diri. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa zakat fitrah wajib dikeluarkan dalam jumlah satu sha’ kurma atau gandum, baik untuk budak, orang biasa, laki-laki, wanita, anak-anak, maupun orang dewasa. 

Rasulullah SAW menekankan agar zakat fitrah dibayar sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Idul Fitri (HR Bukhari dan Muslim).

Setiap manusia pasti tidak luput dari kesalahan dan dosa, termasuk yang mungkin dilakukan selama bulan suci Ramadhan. Dosa seperti berdusta, iri hati, dan perbuatan buruk lainnya bisa saja dilakukan, baik secara sadar maupun tidak. 

Untuk itu, zakat fitrah menjadi salah satu cara untuk membersihkan diri dari dosa dan perbuatan buruk dengan niat yang tulus.

2. Menjadi Jembatan Menuju Surga Allah

Zakat fitrah juga memiliki keutamaan sebagai jembatan yang mengantarkan kita menuju surga Allah. Namun, ini tidak berarti kita boleh merasa sombong atau menganggap bahwa kita sudah pasti akan masuk surga hanya karena membayar zakat fitrah. 

Selain zakat, kita juga harus menjalankan ibadah wajib dan sunnah lainnya dengan ikhlas.

3. Mendapatkan Pahala Terbaik

Sering kali kita mendengar seruan untuk berlomba dalam kebaikan, terutama di bulan suci Ramadhan, agar meraih pahala terbaik dari Allah. 

Zakat fitrah adalah salah satu ibadah yang memberi keutamaan berupa pahala terbaik, yang bisa kita raih dengan terus mendekatkan diri kepada Allah.

Ketika mengeluarkan zakat fitrah, pastikan niat kita benar-benar tulus dan ikhlas, meskipun zakat fitrah merupakan kewajiban. Jangan sampai ada unsur paksaan agar kita layak mendapatkan pahala dari Allah.

4. Menjadikan Harta Lebih Berkah

Seorang muslim memang seharusnya mengeluarkan sebagian dari hartanya, termasuk dengan menunaikan zakat fitrah. Zakat tidak akan mengurangi harta yang dimiliki, justru sebaliknya, harta tersebut akan menjadi lebih berkah, In Shaa Allah.

5. Mendapatkan Hidayah dari Allah

Salah satu manfaat zakat fitrah adalah mendapatkan hidayah dari Allah. Umat muslim yang selalu mendirikan salat, memakmurkan masjid, serta menunaikan zakat (termasuk zakat fitrah) termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan hidayah dari Allah.

Bukankah tidak semua orang siap menerima hidayah? Itulah mengapa sebaiknya kita tidak melewatkan kesempatan yang Allah berikan sekali dalam setahun.

6. Bukti Kepedulian Terhadap Sesama

Mengeluarkan zakat fitrah juga menjadi tanda kepedulian kita terhadap sesama. Kamu pasti sudah tahu siapa saja golongan yang berhak menerima zakat fitrah, bukan?

Ramadhan adalah waktu yang sangat berarti bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan ketakwaan kepada Allah. Kita semua sadar bahwa tidak semua orang hidup dalam keadaan yang beruntung. 

Beberapa orang dilahirkan dalam kondisi fakir dan miskin, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat sulit. 

Oleh karena itu, ini adalah saat yang tepat untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama dengan memberikan zakat fitrah, sebagian dari harta yang kita miliki, sesuai dengan ajaran Islam.

7. Memaknai Hari Raya Idul Fitri Sebagai Hari Kemenangan

Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari lapar dan haus, tetapi juga dari hawa nafsu yang bisa menjauhkan kita dari Allah. Di bulan suci Ramadhan, Allah membuka pintu rahmat, berkah, dan ampunan-Nya seluas-luasnya.

Zakat fitrah merupakan ibadah wajib yang memberi keutamaan bagi umat muslim untuk memaknai Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Dengan berhasil melewati bulan Ramadhan, itu berarti kita telah berusaha menahan hawa nafsu dan akhirnya meraih kemenangan.

Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Zakat fitrah, baik yang ditunaikan dengan makanan pokok maupun uang sesuai dengan ketentuan yang disepakati oleh para ulama, harus diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat fitrah, yaitu:

  • Fakir
  • Miskin
  • Amil (orang yang mengumpulkan dan menyalurkan zakat)
  • Muallaf (orang non-muslim yang diharapkan masuk Islam atau orang yang baru memeluk Islam yang diharapkan keteguhannya dalam agama)
  • Riqab (hamba sahaya)
  • Gharim (orang yang berhutang untuk tujuan syariah dan tidak memiliki harta untuk melunasi utangnya)
  • Fisabilillah (orang yang berjihad, dai, penuntut ilmu agama, dan sejenisnya)
  • Ibnu Sabil (musafir yang terpisah dari kelompoknya)

Sebagai penutup, dengan memahami tata cara zakat fitrah, kita dapat menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan manfaat yang besar, baik untuk diri sendiri maupun sesama.

Terkini