APLN

APLN Optimalkan Portofolio Aset, Jual Mall Deli Park Rp 2,44 Triliun Tahun 2026

APLN Optimalkan Portofolio Aset, Jual Mall Deli Park Rp 2,44 Triliun Tahun 2026
APLN Optimalkan Portofolio Aset, Jual Mall Deli Park Rp 2,44 Triliun Tahun 2026

JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjelaskan secara rinci terkait penjualan Mall Deli Park yang dilakukan beberapa waktu lalu. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengelola portofolio aset secara optimal dan fokus pada proyek-proyek strategis.

Sekretaris Perusahaan APLN, F Justini Omas, mengatakan bahwa penjualan dilakukan melalui entitas anak perusahaan, PT Sinar Menara Deli (SMD). Saat ini, saham SMD dimiliki APLN sebesar 58% dan PT Sumber Menara Deli sebesar 42%.

Strategi Optimalisasi Portofolio Aset

Transaksi penjualan Mall Deli Park kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) dianggap APLN sebagai bagian dari evaluasi portofolio aset secara berkala. Perseroan menilai langkah ini akan meningkatkan efisiensi dan fokus pada pengelolaan aset yang memiliki kontribusi tinggi terhadap kinerja jangka panjang.

Justini menegaskan, strategi ini memungkinkan APLN untuk memperkuat posisi kas dan likuiditas perseroan. Dana hasil penjualan akan digunakan untuk pengurangan kewajiban keuangan, penguatan struktur permodalan, dan pengembangan proyek lain, termasuk di Balikpapan melalui PT Pandega Citraniaga.

Nilai transaksi penjualan Mall Deli Park tercatat sebesar Rp 2,44 triliun, termasuk PPN. Pembayaran dilakukan sekaligus pada saat penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), sehingga meningkatkan kepastian dana bagi perseroan.

Penentuan harga penjualan dilakukan tanpa penilai independen, tetapi berdasarkan pertimbangan komersial yang wajar. APLN memperhitungkan kondisi pasar properti, karakteristik aset, kinerja mall, dan hasil negosiasi secara independen dan arm’s length.

Penggunaan Dana dan Deleveraging

Justini menjelaskan bahwa sebagian dana hasil penjualan akan digunakan untuk melunasi utang. Utang yang dibayar mencakup sebagian utang SMD di Bank Maybank Indonesia sebesar Rp 252 miliar dan sebagian utang perseroan di Bank Danamon Indonesia sebesar Rp 400 miliar.

Perseroan menilai bahwa transaksi ini telah mencerminkan nilai wajar aset dan tidak merugikan kepentingan APLN maupun pemegang saham. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung investasi jangka panjang.

Selain deleveraging, dana juga akan dialokasikan untuk pengembangan proyek dan kebutuhan pendanaan operasional. Hal ini memastikan APLN tetap memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang.

APLN menegaskan bahwa penjualan ini merupakan bagian dari rencana rebalancing portofolio aset. Perseroan ingin memusatkan perhatian pada pengembangan aset yang strategis dan bernilai tinggi bagi pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Dampak Positif ke Pasar dan Saham

Justini menuturkan bahwa aksi korporasi ini mendapat respons positif dari pasar. Harga saham APLN naik signifikan, tercatat sebesar 64,15% dalam sebulan terakhir, menurut data RTI.

Selain itu, analis sekuritas memberikan sentimen positif bagi saham APLN dan sektor properti secara umum. Informasi ini memperkuat persepsi investor terhadap prospek perusahaan setelah langkah optimalisasi portofolio aset dilakukan.

Transaksi ini juga menjadi bukti kemampuan APLN dalam mengambil keputusan strategis berbasis pertimbangan komersial. Manajemen menekankan bahwa setiap langkah dilakukan untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Penjualan Mall Deli Park diharapkan dapat memberikan fleksibilitas finansial lebih besar bagi perseroan. Dana yang diperoleh akan memperkuat struktur modal, mendukung investasi proyek strategis, serta menjaga stabilitas operasional perusahaan.

Dengan strategi ini, APLN optimistis dapat mempercepat pengembangan aset yang lebih produktif. Fokus perusahaan pada proyek yang memiliki kontribusi tinggi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan laba dan nilai perusahaan.

Selain itu, strategi rebalancing portofolio juga menegaskan kemampuan APLN untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar properti. Perusahaan berupaya tetap adaptif terhadap perubahan tren dan kebutuhan investor.

Langkah ini juga menjadi bukti bahwa APLN memprioritaskan pengelolaan aset secara efisien dan strategis. Penjualan Mall Deli Park menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan memaksimalkan nilai aset dan kas untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan.

Perseroan akan terus memonitor kondisi pasar dan peluang investasi baru. Tujuannya adalah menjaga pertumbuhan yang stabil dan meningkatkan daya saing di sektor properti nasional maupun internasional.

Dengan pendekatan strategis dan langkah keuangan yang tepat, APLN menegaskan komitmennya untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Fokus tetap pada pengembangan aset strategis dan optimalisasi portofolio yang berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index