JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya pesantren menjadi pusat pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis teknologi. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa, dalam rangka Safari Ramadhan.
Santri Harus Menguasai Teknologi Modern
Wapres mengatakan santri perlu menguasai teknologi dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian dan peternakan modern, hingga robotic, blockchain, dan AI. "Di tengah era kemajuan teknologi yang semakin masif ini, kita ingin pesantren juga mampu melahirkan para santri yang menguasai teknologi," ujarnya di Jakarta.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk berdialog dengan pengasuh, pengurus, dan para santri. Wapres menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat untuk menciptakan peluang baru dan solusi inovatif.
Penguatan Kapasitas Pesantren Secara Komprehensif
Gibran menegaskan bahwa penguatan kapasitas pesantren harus dilakukan secara menyeluruh. Ia mengakui masih ada tantangan terkait tata kelola, akses teknologi, pelatihan, dan akses permodalan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Berbagai program bantuan pemerintah, seperti KIP, MBG, dan CKG, juga disebutnya perlu dimaksimalkan. Dengan dukungan tersebut, pesantren bisa berkembang menjadi institusi pendidikan sekaligus pusat ekonomi yang mandiri.
Peran Strategis Pesantren dalam Pembangunan Nasional
Wapres menegaskan komitmen pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam mengintegrasikan pesantren ke agenda pembangunan nasional. "Pemerintah memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pondok pesantren dan menjadikannya bagian dari agenda pembangunan nasional," katanya.
Santri masa kini diharapkan tidak hanya menjadi penjaga moral bangsa, tetapi juga motor kemajuan. Mereka diharapkan mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai akhlak yang melekat.
Makna Historis Kunjungan ke Pesantren Al Hamid
Pengasuh Pesantren Al Hamid, K.H. Lukman Hakim Hamid, menyampaikan kunjungan Wapres memiliki makna historis tersendiri. Peletakan batu pertama pesantren ini dahulu dilakukan oleh Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn.) Try Sutrisno.
Kunjungan ditutup dengan Shalat Ashar berjamaah di Masjid Mantab Al Falah serta foto bersama para santri. Sinergi antara pemerintah dan pesantren diharapkan semakin kuat untuk mencetak generasi santri unggul yang adaptif terhadap teknologi dan tetap berakhlak.