JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat telah meresmikan peningkatan daya listrik untuk pelanggan industri strategis, PT Aloe Vera. Peresmian yang berlangsung pada Kamis, 10 April 2025 tersebut, dilakukan oleh PLN melalui UP3 Mempawah, dan berfokus pada peningkatan daya listrik perusahaan dari 625 kVA menjadi 1.730 kVA. Langkah ini diambil untuk mendukung ekspansi produksi dan memperkuat kelancaran operasional perusahaan pengolah lidah buaya tersebut.
PT Aloe Vera, yang merupakan salah satu pemain utama dalam industri pengolahan lidah buaya di Kalimantan Barat, terus mencatatkan pertumbuhan yang pesat. Produk mereka kini telah menyasar pasar domestik hingga ekspor, yang memerlukan kapasitas produksi yang lebih besar. Peningkatan daya listrik ini diharapkan dapat memastikan kelancaran operasional dan meningkatkan produktivitas perusahaan, yang menjadi pilar penting bagi perekonomian lokal.
Direktur PT Aloe Vera, Pou Tjiu, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas layanan cepat dan efisien yang diberikan oleh PLN dalam proses penambahan daya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas koordinasi dan layanan yang sangat baik. Penambahan daya ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produktivitas dan perluasan pasar kami, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Pou Tjiu. Menurutnya, keberhasilan dalam memperluas kapasitas produksi juga tidak lepas dari dukungan PLN yang memberikan pasokan energi yang handal.
Kunjungan langsung dari pihak PLN juga dianggap sebagai bukti sinergi yang kuat antara pengusaha dan penyedia layanan energi. “Ini sangat berarti bagi pengembangan usaha kami. Kami optimis ke depannya pertumbuhan bisnis bisa lebih cepat dan berkelanjutan,” tambah Pou Tjiu.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Mempawah, Harsian, menegaskan bahwa PLN berperan bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Penambahan daya untuk PT Aloe Vera merupakan bukti komitmen kami dalam memberikan pelayanan kelistrikan yang andal dan cepat. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung kawasan industri Siantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat,” ujar Harsian.
Harsian juga berharap bahwa peningkatan daya listrik ini akan mendorong tumbuhnya lebih banyak investasi dan industri lainnya di wilayah tersebut. "Semoga penambahan daya ini tidak hanya meningkatkan performa PT Aloe Vera, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha lainnya untuk berkembang bersama,” tambah Harsian.
Peningkatan daya listrik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas PT Aloe Vera, tetapi juga menjadi pendorong bagi pertumbuhan sektor industri lainnya di Kalimantan Barat, yang secara keseluruhan akan mendukung pengembangan ekonomi regional.