JAKARTA - Gusi berdarah bisa terjadi secara tiba-tiba setelah menyikat gigi atau menggunakan benang gigi. Hal ini sering membuat panik, meski penyebabnya bisa sederhana maupun serius.
Kondisi ini merupakan tanda bahwa gusi tidak sehat dan memerlukan perhatian. Mengetahui penyebabnya penting agar langkah pencegahan dan pengobatan tepat sasaran.
Penyebab Gusi Berdarah yang Perlu Diketahui
Alasan paling umum adalah penumpukan plak gigi di garis gusi. Plak yang menumpuk bisa menyebabkan radang gusi atau gingivitis.
Jika dibiarkan menumpuk, plak akan mengeras menjadi karang gigi. Kondisi ini bisa berkembang menjadi periodontitis, yang menyerang gusi dan tulang rahang.
Selain plak, faktor lain juga bisa memicu gusi berdarah. Beberapa penyebabnya termasuk menyikat gigi terlalu kuat, flossing yang salah, atau gigi palsu yang tidak pas.
Perubahan hormonal saat kehamilan juga dapat menyebabkan gusi lebih mudah berdarah. Gangguan pendarahan, defisiensi vitamin C atau K, dan penyakit seperti diabetes juga termasuk pemicu.
Infeksi di gigi atau gusi bahkan kanker darah tipe leukemia bisa menimbulkan pendarahan. Kondisi medis serius ini harus segera diperiksa oleh dokter.
Langkah Pengobatan Rumahan untuk Gusi Berdarah
Kunjungan rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali sangat disarankan. Pembersihan profesional dapat mencegah penumpukan plak yang menjadi awal radang gusi.
Sikat gigi dengan lembut menggunakan bulu sikat halus minimal dua kali sehari. Flossing juga penting dilakukan dua kali sehari untuk membersihkan sela gigi dari plak.
Obat kumur khusus bisa membantu meredakan radang gusi. Beberapa obat kumur mengandung alkohol, jadi konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.
Pola makan sehat dan menghindari ngemil berlebihan juga mendukung kesehatan gusi. Kurangi asupan karbohidrat agar bakteri penyebab plak tidak mudah berkembang.
Teknik sederhana lain adalah menekan langsung gusi dengan kain kasa basah dingin. Cara ini bisa membantu menghentikan pendarahan sementara sebelum penanganan lebih lanjut.
Jika dokter mendiagnosis kekurangan vitamin, konsumsi suplemen sesuai arahan. Hindari aspirin atau obat lain yang meningkatkan risiko perdarahan tanpa rekomendasi dokter.
Gunakan perangkat irigasi oral dengan pengaturan rendah untuk memijat gusi. Pastikan gigi palsu dan peralatan gigi lainnya pas agar tidak melukai gusi.
Ikuti instruksi dokter tentang cara menyikat dan membersihkan gigi. Hal ini mencegah cedera pada gusi dan memaksimalkan kebersihan mulut.
Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri ke Dokter
Segera temui dokter gigi jika pendarahan parah atau berkepanjangan. Gusi yang terus-menerus berdarah atau disertai gejala tidak wajar juga memerlukan pemeriksaan.
Dokter gigi akan memeriksa gigi, gusi, dan menanyakan kebiasaan perawatan mulut. Informasi pola makan dan obat-obatan yang digunakan juga akan ditelaah.
Tes tambahan mungkin diperlukan, termasuk hitung darah lengkap atau pemeriksaan sinar-X gigi dan tulang rahang. Hal ini membantu mendeteksi masalah yang tersembunyi.
Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi gusi. Pada tahap awal, dokter biasanya memberi saran kebersihan gigi dan menghentikan kebiasaan merokok.
Pembersihan gigi profesional juga bisa direkomendasikan untuk menghilangkan plak dan karang gigi. Ini membantu gusi sembuh lebih cepat dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Jika penyakit gusi sudah serius, tindakan lanjutan mungkin dibutuhkan. Deep cleaning, antibiotik, pencabutan gigi, atau operasi gusi bisa menjadi pilihan tergantung kondisi.
Pencegahan Agar Gusi Tetap Sehat
Sikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah makan. Gunakan sikat berbulu lembut agar tidak melukai gusi yang sensitif.
Flossing setiap hari membantu membersihkan sisa makanan di sela gigi. Obat kumur antibakteri juga bisa digunakan sesuai anjuran dokter untuk mencegah radang gusi.
Hindari penggunaan tembakau karena dapat memperparah masalah gusi. Perhatikan pola makan dan konsumsi vitamin yang cukup agar gusi tetap kuat.
Jika gusi berdarah secara rutin atau menimbulkan kekhawatiran, buatlah janji temu dengan dokter gigi. Intervensi medis lebih awal membantu mencegah komplikasi serius di masa depan.
Kebiasaan sederhana sehari-hari seperti menyikat gigi dua kali, membersihkan sela gigi dengan benang, dan kunjungan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sangat penting. Dengan langkah ini, kesehatan gusi bisa terjaga optimal.
Gusi yang sehat tidak hanya membuat senyum lebih menarik, tetapi juga mencegah komplikasi serius. Perhatikan tanda-tanda awal dan lakukan tindakan pencegahan sejak dini agar pendarahan tidak berkembang menjadi masalah besar.